JEJAK PETANI& PETERNAK, Indahnya Berbagi& Sinergi

Sekilas penjelasan tentang pertanian organik pada prinsipnya adalah budidaya pertanian yang dikembangkan tanpa bergantung pada pasokan pupuk ataupun obat-obatan kimia sintetis guna memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Pertanian organik dalam budidayanya menjadikan pupuk alami (pupuk yang berbahan baku kotoran hewan seperti Domba, Kambing, Sapi, Kelinci bisa juga Kelelawar kemudian dapat pula limbah dedaunan) sebagai pasokan guna memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman maupun ketika mengatasi serangan hama dan penyakit pada tanaman.

Tidak lain ini bertujuan guna menjaga kelestarian lingkungan dan menjadikan produk yang dikonsumsi terbebas dari kandungan kimia sintetis di mana dari hasil penelitian pada konsumsi jangka panjangnya berpotensi rawan terhadap kesehatan manusia. Masyarakat di negara-negara maju khususnya Eropa sudah memiliki perhatian yang cukup tinggi terkait bahaya mengkonsumsi produk dengan treatment pemeliharaan kimia sintetis, sayuran, buah-buahan, rempah bahkan di Eropa sudah mulai muncul produk daging organik. Pemerintah Indonesia sendiri pun saat ini memiliki program Go Organic 2010.

Gambar.

Tahapan Pengembangan Pertanian Organik – Go Organik 2010

Sumber: Departemen Pertanian, 2005

Keuntungan bagi petani yang melakukan budidaya secara organik adalah, jangka panjangnya kelestarian lingkungan dan kesuburan tanah tetap terjaga. Lain dengan pertanian konvensional di mana menjadikan kesuburan tanah menjadi berkurang, berlaku peningkatan dosis atas setiap treatment kimia sintetis pada pertanian konvensional, sebagai contoh, seorang petani membutuhkan misal 1 kg urea untuk hasil panen 10 kg, tahun yang akan datang di mana petani tersebut harus meningkatkan pasokan ureanya guna memperoleh hasil panen yang sama. Silahkan KLIK Video tentang “Kenapa harus Organik?” di Villa Domba pada Youtube.

Pastinya segala hal komoditi pertanian yang dikembangkan pada pola pertanian konvensional sampai sejauh ini dapat pula dikembangkan pada pola pertanian organik. Mulai dari sayuran, buah-buahan, beras, rempah dan lainnya. Bahkan dikarenakan pasokan/supply produk pertanian organik yang masih terbatas saat ini di mana demand yang ada cukup potensial sehingga harga produk organik di pasaran dapat 3 s.d 5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan produk pertanian konvensional (Menggunakan Pupuk dan Obat Kimia Sintetis).

Salah satu hal yang patut diperhatikan manakala kita ingin memulai pertanian organik adalah, ketersediaan bahan baku untuk pupuk organik itu sendiri di mana diperoleh dapat dari kotoran ternak ataupun limbah dedaunan. Olehkarenanya disarankan manakala seorang petani mulai bertani organik maka ia pun mandiri dalam pengadaan pupuk melalui berternak misalnya. Sinergi Pertanian dan Peternakan. Tidak ada ruginya pasti karena keduanya akan saling menguntungkan, seperti yang Kami lakukan saat ini dengan melakukan pengadaan pupuk melalui beternak domba, silahkan KLIK Blog Kami:

http://www.dombagarut.blogspot.com

Lalu bagaimana cara mengatasi hama dan serangan penyakit pada pertanian organik? Sama halnya dengan pupuk yang digunakan tanpa mengandung kimia sintetis maka begitu pula dengan obat-obatan yang diberikan guna mengatasi hama dan serangan penyakit pada pertanian organik adalah dengan pestisida alami seperti tembakau, cabe dan lainnya atau umumnya dibuat ramuan tradisional. Back to Nature.

~ oleh blacksweetranger pada Desember 20, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: